Dikala hati mulai sepi, aku ingin
mengungkapkan sebuah rasa yang terpendam. Seakan ada sebuah kehidupan dalam
anganku. Dengan mimpi-mimpi ini aku mulai berhayal akan indahnya suatu rasa,
rasa yang tak bisa di ungkapkan dalam sebuah kata-kata.
Tuhan sebagai sandaran ku di kala hati ini
sepi, semua akan tau kehendak sebuah ungkapan hati. Mimpi-mimpi yang terus
berhayal akan menjadi renungan kepada sang pencipta alam semesta. Begitu caraku
membendung rasa rindu ini sampai waktu yang engkau telah rencanakan.
Setiap rasa yang ada itu sebuah anugrah
bagiku, namun dalam anganku sendiri bagaikan sebuah ujian yang mengajarkanku
untuk bersabar dan ikhlas atas segalanya. Selalu berpikir positif dan selalu
berusaha. Meskipun hati berat untuk menerima semua ini. Yakin pada kehendak
Tuhan, Allah tak akan memberi ujian melebihi dari kekuatan hambanya. Dibalik semua
garis Tuhan tersimpan ribuan kejutan yang tak terduga.
Alangkah berwarnanya hidup ini, dengan
segala apa yang di berikan Tuhan itu merupakan anugrah terindah. Arti sebuah
anugrah bukan berarti dalam kesenangan saja, melainkan suatu hal yang membuat
kita jatuh terpuruk lemas tak berdaya di situlah anugrah yang terbesar dari Tuhan.
Teruslah berjalan pada garis yang benar,
jangan engkau bosan-bosan dengan apa yang kau lakukan selagi jalan yang kau
tempuh itu benar, teruskan!!!! Suata kata hentakan yang keras untuk berani
bergerak, abaikan yang meragukan disetiap langkahmu karena itu sebagai penjajah
yang amat kejam untuk menguasai kehendakmu untuk meraih kemenangan.
Musuh sekarang bukanlah para penjajah di
kala Indonesia menjadi jajahan dari banyak negara untuk dapat meraih kekuasaan
di Indonesia dengan membantai habis orang-orang Indonesia yang berani
melawannya. Melainkan penjajah sekarang adalah keraguan, ketidak yakinan
terhadap diri sendiri dan selalu rapuh ketika mendapatkan permasalahan. Sebagai
jiwa yang kuat haruslah dapat bangkit mengalahkan itu semua. Diri sendirilah
yang dapat merubahnya. Kuatkan tekat, kobarkan semangat yang membara. Inilah
aku yang berani menghadapi rintangan meskipun dalam sebuah kelemahan. Dengan
kegigihanlah menjadi sebuah senjata terbesar yang dapat mengalahkan
musuh-musuh.
Allah tidak tidur, Allah selalu di samping
kita, tetaplah bersandar padanya. Segala sesuatu munculnya dari kehendaknya dan
semua jawaban atas kejadian akan terjawab olehnya. Wallahu A’lam Bisshowaf,
Lahaula Wallaa Kuwata Illa Billa Hil Aliyil Adzim.
(Mohamad Saifudin, Selasa,16/01/2018)
