Selasa, 06 Februari 2018

senja menanti harapan



SENJA MENANTI CAHAYA

Dikala hati mulai sepi, aku ingin mengungkapkan sebuah rasa yang terpendam. Seakan ada sebuah kehidupan dalam anganku. Dengan mimpi-mimpi ini aku mulai berhayal akan indahnya suatu rasa, rasa yang tak bisa di ungkapkan dalam sebuah kata-kata.
Tuhan sebagai sandaran ku di kala hati ini sepi, semua akan tau kehendak sebuah ungkapan hati. Mimpi-mimpi yang terus berhayal akan menjadi renungan kepada sang pencipta alam semesta. Begitu caraku membendung rasa rindu ini sampai waktu yang engkau telah rencanakan.
Setiap rasa yang ada itu sebuah anugrah bagiku, namun dalam anganku sendiri bagaikan sebuah ujian yang mengajarkanku untuk bersabar dan ikhlas atas segalanya. Selalu berpikir positif dan selalu berusaha. Meskipun hati berat untuk menerima semua ini. Yakin pada kehendak Tuhan, Allah tak akan memberi ujian melebihi dari kekuatan hambanya. Dibalik semua garis Tuhan tersimpan ribuan kejutan yang tak terduga.
Alangkah berwarnanya hidup ini, dengan segala apa yang di berikan Tuhan itu merupakan anugrah terindah. Arti sebuah anugrah bukan berarti dalam kesenangan saja, melainkan suatu hal yang membuat kita jatuh terpuruk lemas tak berdaya di situlah anugrah yang terbesar dari Tuhan.
Teruslah berjalan pada garis yang benar, jangan engkau bosan-bosan dengan apa yang kau lakukan selagi jalan yang kau tempuh itu benar, teruskan!!!! Suata kata hentakan yang keras untuk berani bergerak, abaikan yang meragukan disetiap langkahmu karena itu sebagai penjajah yang amat kejam untuk menguasai kehendakmu untuk meraih kemenangan.
Musuh sekarang bukanlah para penjajah di kala Indonesia menjadi jajahan dari banyak negara untuk dapat meraih kekuasaan di Indonesia dengan membantai habis orang-orang Indonesia yang berani melawannya. Melainkan penjajah sekarang adalah keraguan, ketidak yakinan terhadap diri sendiri dan selalu rapuh ketika mendapatkan permasalahan. Sebagai jiwa yang kuat haruslah dapat bangkit mengalahkan itu semua. Diri sendirilah yang dapat merubahnya. Kuatkan tekat, kobarkan semangat yang membara. Inilah aku yang berani menghadapi rintangan meskipun dalam sebuah kelemahan. Dengan kegigihanlah menjadi sebuah senjata terbesar yang dapat mengalahkan musuh-musuh.
Allah tidak tidur, Allah selalu di samping kita, tetaplah bersandar padanya. Segala sesuatu munculnya dari kehendaknya dan semua jawaban atas kejadian akan terjawab olehnya. Wallahu A’lam Bisshowaf, Lahaula Wallaa Kuwata Illa Billa Hil Aliyil Adzim.

(Mohamad Saifudin, Selasa,16/01/2018)

Melestarikan Budaya Ala Ahli Sunnah Wal Jama’ah di Kalangan Pelajar Dewasa ini, sering kita dengar berita lagi gemparnya adaya geraka...