Angin malam yang begitu
menyejukkan raga. Berangkatlah jiwa dan ragaku untuk melaksanakan FoCR 2018 di
Situs Ndalem Pojok Bung Karno Wates Kediri yang dilaksanakan pada tanggal 24-26
Agustus 2018 dengan bertema “Meneguhkan Keharmonisan Demi Menjadikan Mahasiswa
Perbandingan Agama yang Berintregritas”
Saat kakiku berjalan menuju
penginapan ada rasa tidak nyaman, tidak tau itu karena faktor apa, tapi aku
mencoba positif thinking, berdo’a dan banyak bersholawad. Langit yang begitu
cerah dan menyejukkan jiwa dimana kita mencari kebugaran dan kesehatan.
Kruuuuuk....... dan perut pun berbunyi, waktu kita mengenyangkan perut. Tik.,
tik., tik., jarum jam berjalan, banyak beberapa materi yang diberikan oleh
pemateri. Dan terjadilah FGD (Forum Grub Discuscion), dimana aku mengulas
materi yang diberikan. Tetapi saat langkahku menuju FGD, hati gak tenang,
tangan pun terasa panas dingin gak tau kenapa. Tapi terasa ku menyimpan asmara
kepada seseorang yaitu Dia, iya dia B.....!? Emmmm !! tapi masa bodo lah. Aku
mencoba menjadikan hati dan intuisiku harus benar-benar memahami materi.
Angin malam yang menyeyakkan
tidurku, dengan pulas dan waktu yang menunjukkan tengah malam. Disitulah
terjadi peristiwa yang benar-benar tidak ku sukai. Karena mata yang lengket,
raga pun lemah, jiwa yang terasa kosong, telah dibangunkan dan berlari-lari
menuju suatu tempat yang benar-benar akan kegelapan, angin yang menghantam
tubuhku terasa kaku. Air mata yang berjatuhan, hati terasa panas, mulut pun
ingin berteriak, tetapi dengan rasa ketakutan yang membuatku bungkam akan
bicara.
Dengan kekejaman peristiwa
renungan malam yang ku anggap sebagai bunga tidurku, ternyata banyak alasan
dibalik itu, dan aku pun bangga karena hatiku kokoh seperti semen 3 Roda.
Banyaknya ocehan dan olokan yang berlomba-lomba seperti angin Tornado, aku pun
tidak berhenti akan disitu. Akupun mengambil segi positifnya, meskipun ada
ucapan kalimat yang buatku muak, yaitu “BOHONG LAGI” dari kalimat itu aku pun
tidak dendam, tapi akan ku ingat. Hihihi...!
Suasana pun sudah mendingin dan
aku melangkah mininggalkan dimana tempat seperti gua yang begitu akan kegelapan
Selamat pagi suasan baru,
disaat aku melupakan mimpi buruk dan kesedihan. Angin yang begitu cerah, seperti
senyuman raut diwajahku. “Out Bond” kegiatan itulah yang membuatku benar-benar
senang dan tertawa jahat dengan melupakan kesedihanku. Banyak permainan yang
dilakukan, sungguh hatiku terasa senang, berlari-lari, berteriak-riak, itulah
suasana yang ada di keluarga besar ku, yakni keluarga Pebandingan Agama IAIN
Kediri.
by : Tuntun, Mahasiswa Perbandingan Agama 2018