Melestarikan Budaya Ala Ahli Sunnah Wal Jama’ah di Kalangan Pelajar
Dewasa ini, sering kita dengar berita lagi gemparnya adaya gerakan radikalisme yang terus saja merebah luas dikalangan masyarkat Indonesia, mulai dari aksi teror meneror baik di dunia maya maupun nyata. Gerakan-gerakan yang sering terjadi dengan mengatasnamakan agama. Masyarakat mulai risau dengan adanya gerakan ini, karena jelas mengganggu ketemtraman dan kenyamanan masyarakat. Aksi teror atau pengeboman yang menjadi sasaran tidak hanya dilokasi peribadatan atau tempat penginapan melainkan tempat keamanan polisi yang terjadi di daerah Surabaya. Kondisi ini sangat memperhatinkan, lagi-lagi yang menjadi sorotan dunia menganahi aksi yang tidak mempunyai rasa kemanusian ini berasal dari golongan muslim.
Tak hanya itu saja, kejadian ini tidak lama terjadi penangkapan kelompok teroris di daerah Nganjuk, yang mana sebagian dari mereka golongan pelajar yang masih muda. Jelas terbukti gerakan radikalisme kini mulai memasuki di kalangan pemuda dan pelajar. Karena di usia mereka inilah memiliki emosional dan jiwa ambisius yang tinggi sehingga mudah sekali beri doktrin dan merubah pola pikir mereka dengan memberikan paham yang berbeda dengan kita. Tentu saja dengan cara pecik mereka lagi-lagi agama sebagai alat untuk menarik mereka agar mau dan siap melaksanakan perintah meski nyawa menjadi taruhannya.
Pelajar sebagai pemuda yang mempunyai peran penting terhadap agama dan negara. Selayaknya harus berani bergerak cepat dan mampu memberikan warna baru dan daya tarik bagi kalangan anak muda terhadap ajaran bernuansa ala ahli sunnah wal jama’ah yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, tak hanya itu saja kita diharuskan mampu memberikan sebuah pengenalan tentang tradisi-tradisi ala ahli sunnah wal jama’ah sekaligus upaya dalam melestarikan budaya lokal yang sejak dulu dilakukan oleh para wali songo melalui banyak metode yang dilakukan seperti cara akulturi antara budaya dan agama sehingga dapat dengan mudah diterima oleh lapisan masyarakat yang mayoritas memiliki keyakinan terhadap ajaran nenek moyang mereka.
Mengutip dari sebuah perjuangan para wali songo yang mampu menyebarkan agama Islam tanpa timbul adanya permusuhan namun dapat melekat disetiap lapisan masyarakat. Kita para pelajar tinggal meneruskan saja para perjuangan wali songo dengan mengemas lebih menarik dikalangan pemuda khususnya para pelajar yang dapat kita terapkan baik di ranah sekolahan, pesantren dan lingkungan masyarakat sekitar. Karena disitulah peran kita sebagai pelajar dalam menanggulangi gerakan radikalisme yang semakin hari meresahkan masyarakat.
Akhirkan kata dari penulis, mari kita bulatkan tekat untuk menjaga keutuhan negara kita demi kebaikan bersama. Negara akan tetap aman bila mana pemudanya mampu bergerak menyikapi kondisi yang terjadi, sebaliknya negara akan hancur bila pemudanya tidak peka terhadap gejolak yang ada disekitarnya. Semangat Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.
Mohamad Saifudin, 07 September 2019
