Minggu, 13 Mei 2018

Sadar Untuk Indonesia Yang Aman, Stop Aksi Terorisme


Sadar Untuk Indonesia Yang Aman, Stop Aksi Terorisme
By. Mohamad Saifudin
Entah kenapa keramaian di pagi hari telah mengusik ketenangan negeri ku yang beragam. Apa kau telah lupa hadirnya negeri yang begitu indah merupakan sebuah perjuangan yang amat panjang dari berbagai lapisan masyarakat yang plural. Sekarang kau hancurkan dengan sifat kebrutalanmu hanya untuk kepentingan kelompok sendiri. Hilangkah didalam jiwa mu arti semboyan Bhinika Tunggal Eka, hingga kau terlena dengan dokma-dokma pengahancuran jiwa. Sadarlah kau para pelaku kekonyolan, kamu punya sejarah, tengoklah sejarah agar kau tak buta dengan negeri Indonesia.
Sebagai warga Indonesia yang terkenal dengan negeri yang damai, aman dan toleran. Merskipun kaya akan  adanya keberegaman yang begitu banyak. Aku malu dengan dunia, menangis dalam batin terdengar adanya bom bunuh diri yang ada di Surabaya pagi tadi (13/05/18),bertempat di 3 titik yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Jl. Arjuno. Menurut info yang kami dapat 9 orang meninggal dan empat puluh luka-luka. Inikah wajah Indonesia yang menjadi korban para gerakan terorisme, radikalisme. Bahkan terasa sesak dalam dada, aksi dari tindakan ini mengatasnamakan agama Islam sebagai jihat fisabilillah yang mereka yakini wujud pengabdian pada agama.
Pelaku bom bunuh diri adalah sebagai korban para kelompok radikal yang kini semakin meluas di belahan dunia. Entah dari mana kelompok ini berasal, tak ada yang tau persis induk dari gerakan yang meresahkan masyarakat, sulit sekali mengenali kelompok yang satu ini, karena sangat rapi sekali dalam melaksanakan aksi-aksi yang mereka lakukan.
Mereka melakukan segala cara demi menjalankan visi misinya, menjadikan agama sebagai topangan untuk menindas, melemahkan bahkan mengancurkan. Seakan-akan agama seperti robot yang kapan pun ia gunakan untuk menghancurkan yang mereka mau.
Ingatlah Tuhan menciptakan bumi ini bukan hanya dipakai untuk satu jenis warna kulit, suku, ras, budaya, ideologi dan agama. Namun berbagai macam jenis Tuhan ciptakan untuk mengisi adanya perbedaan yang ada di Bumi, Tuhan bukan tak mampu menciptakan satu jenis, tapi sebagai bentuk untuk saling mengenal dan pilihan, agar manusia bisa membedakan mana yang baik dan yang batil.
Hilangkan rasa egois dalam berideologi, kembangkan rasa toleran terhadap perpedaan yang ada. Toleran tak harus kita bergabung dengan keyakinan yang berbeda, namun dapat dengan sikap menghargai dan menghormati apa yang menjadi keyakinan mereka. Semua ada batas-batasan dalam sikap kita hidup saling berdampingan. Semua agama mengajarkan hidup rukun dan saling menghargai satu sama lain, Islam mengajarkan seperti apa yang ada dalam Al-Qur’an di QS. Al-Kafirun ayat 6. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku"). Jadi sudah jelas, tak perlu untuk di permasalahkan. Rosululloh SAW  pun sudah memberikan contoh sikap seorang Muslim dengan orang yang non Muslim dan masih banyak lagi. Dalam agama lain, seperti Kristen, Hindu, Budha dll, yang pada intinya juga mengajarkan hidup untuk saling menghargai dan menjaga kedamaian baik dalam interen agama maupun eksternal agama.
Untuk kalian sebagai anak bangsa, tak perduli apa agama, suku, dan budayamu berilah senyum kedamaian untuk wajah Indonesia. Jadikan Indonesiamu sebagai refrensi dunia hidup rukun dalam masyarakat yang multikultural.

Sabtu, 05 Mei 2018

Agama Sebagai Petunjuk, Bukan Pembunuh



Image result for sinar petunjuk kebenaran
Agama Sebagai Petunjuk, Bukan Pembunuh
Miris juga ketika kita dengar-dengar agama sebagai bibit dari adanya aksi radikalisme, terorisme dan peperangan. Bagi kalangan orang ateis itu yang menyebabkan mereka benci dengan adanya agama. Agama sebagai letak sebuah perpecahan manusia dengan berbagai keyakinan yang berbeda, agama dianggap sebagai ketidak adilan antar umat manusia dengan membeda-bedakan, membuat manusia menjadi terbatas hidupnya melakukan segala hal.
Teringat dengan adanya bom bunuh diri yang mana itu terjadi di Indonesia bertempat di hotel JW. Marriot Jakarta, Hotel Logun di Bali yang menewaskan banyak korban orang Asing dan Indonesia yang berwisata. Kejadian tersebut mengawali sebuah pandangan negatif tentang agama Islam. Mereka menganggap bahwa Islam adalah teroris, sehingga orang barat pun benci sekali dengan orang Islam akibat dari sebuah aksi teror tersebut.
Tak hanya di Indonesia saja, melainkan di dunia internasional yang berlangsung sejak 2001-2005, antara lain; Ledakan bom di stasiun kereta api Madrid, Spanyol (11 Maret 2004),Ledakan bom di tiga kereta bawah tanah dan satu bus di Inggris (7 Juli 2005), Ledakan 12 bom bunuh diri di Casablanca, Maroko (16 Mei 2003), dan Ledakan bom di masjid kaum Syi’ah di Karachi, Pakistan (7 Mei 2004). yang lagi-lagi mengatasnamakan Islam sebagai pemyebab aksi tersebut.
Apalagi akhir-akhir ini munculnya gerakan radikalisme yang mengatasnamakan Islam, Islam bergaris keras yang selalu bertendensi dengan jihat dalam memperjuangkan agama Allah, memusuhi orang kafir dengan terus membuat pertikaian dianatara umat manusia, padahal cara yang seperti itu merupakan cara tidak pas untuk menyebarkan agama Allah, tidak harus dengan aksi yang bersifat radikal, membuat kilafah baru disebuah negara. Itu adalah merupakan tindakan yang konyol istilah hemat bagi penulis.
Islam merupakan agama yang rohmatal lil alamin (rahmat bagi seluruh masyarakat dunia), pembawa kedamain tak hanya bagi umat muslim saja, melainkan seluruh umat manusia yang ada di Bumi. Islam muncul sebagai agama terakhir untuk penyempurna seluruh agama yang datang sebelum Islam. Seperti halnya Islam yang ada di Indonesia terkenal dengan Islam yang lemah lembut, tidak berwatak keras dan apalagi dengan berbagai ragam yang berbeda baik dari agama maupun suku dan ras.
Namun hati merintih pilu, ketika Islam yang ada di Indonesia khususnya menjadi Islam yang bergaris keras, agresif, selalu menggunakan agama sebagai alat untuk kepentingan kelompok, sehingga terjadi ketidak nyamanan bagi umat muslim sendiri, terlebih bagi kaum muslim yang awam tentang adanya pengetahuan. Menjadikan mereka sebuah pertayaan yang besar, apakah Islam seperti ini, selalu mempersulit dan menekankan dengan apa yang dilakukan pada zaman Rasulullah.
 Terlintas dalam benak ku, Islam merupakan agama selalu bersifat tengah-tengah tidak memihak kekanan kekiri dan Islam bisa dikatakan elastis, dapat bertempat disegala tempat tanpa merubah kebiasan adat setempat. Sebagai contoh saja Islam yang berkembang di bumi Indonesia, sangatlah beragam. Islam berkembang menyesuaikan dengan tempat atau daerah berada, misalnya Islam orang Jawa dengan Islam orang Sumatra pastilah berbeda namun tidak mengubah identitas asli Islam sendiri.
Perkembangan agama Islam di Indonesia terkenal dengan cara mengakulturasi dengan budaya setempat dengan tidak mengubah esensi Islam sendiri, melalui dengan perpaduan budaya dengan agama sehingga Islam mudah masuk di bumi Nusantara dan melalui cara begitu masyarakat Indonesia dengan senang hati mau menerima agama Islam yang mana dulu Indonesia sebelum adanya Islam masyarakat Indonesia memeluk agama Hindu dan Budha terlebih di jawa. Mengingat hal semacam ini tak lepas dari  upaya yang dilakukan oleh wali songo yang dengan cara penyebaran seperti penulis sebutkan.
Perlu diketahui dan difahami bahwa adanya masyarakat mau masuk Islam dengan kehendak dan keinginan dari pribadi, tidak adanya pemaksaan apalagi dengan cara radikalisme maupun fundementalisme bahkan berujung pada peperangan. Itulah yang  menjadi kunci mendasar Islam sampai sekarang menjadi agama mayoritas dan tetap eksis di Indonesia. Berbeda dengan penyebaran Islam di timur tengah, seperti Eropa dan lainnya yang kini tinggal menjadi kenangan saja.
Menengok dari sejarah, betapa besarnya kekuasaan Islam pada waktu itu, bahkan seluruh aspek dikuasai oleh Islam baik dibidang keilmuan, politik, pemerintah, dan budaya. Perkembangan Islam berkembang sangat pesat. Namun, dibalik itu dengan seiringnya waktu Islam mulai hancur, karena adanya perlawanan secara diam-diam dari golongan non Islam sebagai wujud ketidak terimaan mereka terhadap Islam atas penyerangan dengan melakukan penindasan demi untuk kekusaan.
Dari sepenggal cuplikan mengenahi sejarah atau bentuk penyebaran Islam dapat dilihat dengan jelas perbedaanya. Menyebarkan agama dengan cara baik dan tidak memberontak bahkan tidak dengan cara radikal itu akan membentuk suatu kesan yang positif sehingga agama dapat memakar dan tumbuh dikalangan masyarakat maupun negara. Lain halnya jika agama datang cara radikal maupun funndamentalis pasti yang ada pertikaian tak kunjung usai antar agama bahkan negara.
Akhir dari curahan hati penulis, jadikanlah agama sebagi pentunjuk untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, bukan sebagai pembunuh. Pembunuh untuk mendapatkan kekuasaan, agama bukan sebagai alat untuk melemahkan, memberi ketidak nyamanan bagi yang lain. Perbedaan agama itu pasti, Allah telah menggariskan semua itu. Disini tidak membahas yang benar dan salah, karena semua sudah jelas, apa yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, mengenahi perbedaan agama, suku, ras, budaya bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain, menciptakan kehidupan yang rukun dan damai.

Sie Alas Bumi


Sie Alas Bumi
santribarokah
Add caption
Terlihat aneh jika orang kota melihatnya
Pasti dalam benaknya terpikirkan
Seberapa mahalnya siih harganya
Masak dimana-mana kok kayak gitu!!! (dalam batinnya)
Hahaa...lucu dan uniknya bila melihat
Terasa PD jika orang itu kemana-mana
Nampak terasa nyaman dan aman baginya
Bukan karena tidak mampu membeli
Atau terlihat kuno!!!!
Hmm......bukan Mbak” –Mas”
Ya ... kalian tau itulah spesies langka yang jarang kau temui
Apalagi di zaman akhir ini. (canda si penulisnya, dan juga termasuk)
Sering kali ditemui kang pondok pergi tidak memakai sandal “nyeker” (Istilahnya)
Entah itu mau ngaji, jama’ah maupun sekolah
Eeh,,bahkan mau jalan-jalan maupun belanja aja masih suka tidak pakai sandal
Ajiiib benerkan, Mbaak....
Upz...entar dulu, jangan berpikir kalau ketinggalan zaman atau deso, tapi disitu terdapat filosofi tersendiri (bahasanya akademis dikit) hehehe
Seorang santri putra sering kemana-mana tidak memakai sandal mempunyai makna untuk mengajarkan hidup untuk sederhana
Tidak terlalu mengejar gaya hidup mewah,
melainkan gimana hidup ini terasa indah dalam kesederhanaan
next,,,
Meskipun ada yang tidak memakai sandal emang bener-bener tak punya sandal sendiri
Maklumlah....hidup di pondok itu seperti gambaran kita hidup di sebuah negara bahkan dunia
Kenapa kok bisa begitu !!!!!!
Yaa.. jelas bisa bangetz ,, seperti hanya di dunia banyak segala macam karakter manusia,
Ada baik maupun jelek.
Dan bisa jadi dipinjem tapi lama gak kembali, tapi niatnya gk nyolong yaa,,,,istilahnya (ghosob). Upz... kalau yang ini jangan sampai ditiru ya kang mas, mbak yu.
Terus mau beli lagi tak ada uang, biasa di pondok kalau hidup serba ngirit,
Jelas itu namanya mondok, dawuh ipun bah yai  “ndek pondok iku gone riyadloh, uduk di gae mangan turu”
Namanya riyadloh jelas rasanya asam manis pasti dirasakan
Tapi dibalik itu semua ada yang namanya “Barakah” dan itu tidak ada kalau tidak dipesantren maupun madrasah
Sepenggal cerita “SIE ALAS BUMI”
Mohamad Saifudin, 19/01/2018

Cinta di Ujung Pandang


Cinta di Ujung Pandang

sang penerang hati
Add caption
Ku tatap jauh
Sendiriku menanti
Terasa ribuan bintang jatuh
Sembariku memantapkan hati
Kicauan burung merpati
Memaknai indanya cinta
Terlepasnya do’a tersimpan arti
Memaknai harapan yang ku pinta
Alangkah jauh dirimu
Hingga aku tak sampai
Untuk menemukanmu
Wahaii serpihan hati
            Naluriku seakan tersesat
            Dihamparan lautan luas
            Berhenti melesat
            Namun hati tak merasa puas
Terasa lelah aku berlabu
Tertutup oleh tebalnya embun pagi
Gejolak raga mulai ragu
Menunggu pancaran sinar, aku menanti

Mohamad Saifudin, 05/05/2018

Rabu, 02 Mei 2018

Hilangnya Sang Mentari



Image result for gambar mentari sore
Hilangnya Sang Mentari

Alangkah begitu tajam sebuah pisau
Membesit sebuah kayu yang menjalar
Terpecah belah tak terhingga
Menjadi serpihan yang tiada arti
Tersapuh sebuah harapan
Menghilang begitu saja
Tanpa sebuah kesan yang berarti
Tertipu dengan bayangan
Nampak begitu indah aku pandang
Terlena dengan keindahan
Hanyutlah aku dalam keindahan itu
Keindahan yang tak nampak aku singgahi
Kini menjadi angin yang berlalu
Bertiup mengarah tak tau kemana berada
Sang fajar mulai menghilang
Meninggalkan keindahan panorama dunia
Tak sampai hati ini melihatnya
Namun jalan inilah
Mengantarkanku dalam sebuah kepastian
Mohamad Saifudin. Rabu, 02/05/2018.

Sebut Saja Panda dan Bakpaw



Image result for panda

Sebut Saja Panda dan Bakpaw

Perjalanan dua sahabat ini diawali dengan pertemuan yang tak terduga sebut saja si Panda dan Si Bakpaw, istlah ini menyimpan cerita karena Bakpaw ini terlihat pipinya gemuk dan akhirnya Panda menamakan Bakpaw, Bakpaw sendiri menamakan Si Panda karena mereka menyukai hewan panda, itulah awal mula panamaan identitas mereka. Al-kisah dua sahabat menjalin persahabatannya lama sekali meskipun dalam perjalanannya terjadi sebuah konflik tetapi mereka tetap menjalin ikatan sahabat karip dengan baik. Saling berbagi sebuah perjalanan hidup dan bila salah satu ada yang mempunyai masalah akan menghiburnya dengan ejekan-ejekan yang gokil.
Diawali awal pertemuan mereka, yaitu ketika suatu saat Bakpaw berpergian dirumah kakaknya Panda. Hubungan Bakpaw dengan kakaknya Panda waktu itu sangat akrap sekali. Awal mereka kenal adalah sebuah guyonan yang setiap hari mereka lakukan, bicara kesana kesini tidak jelas, namun dengan canda tawa mereka menumbuhkan rasa keakrapan yang begitu kental. Yang dalam lagunya bisa dikenal dengan istilah “waiting tresno jalaran songko kilino”.
Berbicara watak tokoh Panda ini adalah sangat manja dan aneh-aneh sekali permintaannya, sampai asesoris sepedah pun mau di minta. Maklum orangnya itu bisa tergolongan sepesies yang aneh dan langka di jumpai sampai sekarang. Kalau Bakpaw sendiri adalah mempunyai watak yang lemah lembut, selalu menyesuaikan keadaan yang telah di hadapi, misalnya ketika menghadapi sepesies yang langka itu, hehehe.
Bergulirnya waktu mereka saling mengenal lebih dalam, dan waktu pun akan mengubah mereka, dengan kesibukan mereka sendiri-sendiri terjadi sebuah jarak yang begitu jauh mereka rasakan. Awal dari sebuah jarak di antara mereka dari sebuah rasa yang tak pernah ada komunikasi. Disitulah mulai jarangnya mereka saling bercanda gurau. Melepas perkataan untuk saling menjelek-jelekan, saling usil.
Itulah sedikit kisah antara dua sahabat yang di rasa tiada matinya. Dan terus tetap ada meskipun suatu  saat waktu akan memisahkan mereka berdua. Entah kapan tak tau yang pasti perpisahan itu tak akan membuat mereka hanyut dalam kisah Panda dan Bakpaw.

Naruli dalam kalbu




Image result for gambar hatiNaruli dalam kalbu
Senandung rasa yang selalu ku simpan
Teramat indah ku rasa keindahan sebuah mimpi
Berharapan sinar datang dalam kelam ku
Mengajarkan ku untuk berdiri
Sanubariku berkata dalam alunan senja
Bertabur sebuah percikan sinar
Berhaluan tekat yang masih ku gegam
Meski seberapa lama aku dapat menahanya
Entah sampai kapan kaki ini tetap berdiri
Menunggu sinar pagi menyapa
Keindahan sinarnya begitu bermakna
Semua menjadi dinamika dalam hidup
Terasa amat berat aku rasa
Begitu sepi terasa dalam hati
Bertabur sebuah kata
Aku tuils diselambaran kertas putih
Menjadikan harapan yang abadi
Malam yang begitu tenang
Aku pun bersujud dalam sepertiga malam
Mengadu segala kerisaun hati
Mendekatkan pada ilahi robbi
Mohamad Saifudin, 02-05-2018

Melestarikan Budaya Ala Ahli Sunnah Wal Jama’ah di Kalangan Pelajar Dewasa ini, sering kita dengar berita lagi gemparnya adaya geraka...