Tuhan Pun Punya Cerita
Setiap hembusan nafas ini mengandung lantunan kalimatmu yang
indah. Tak hentinya aku menyebutmu dengan syahdunya aku meresapinya. Tak ada
jalan lain tempat ku untuk mengadu segala kegalauan dalam jiwa. Berat, susah,
bimbang tak terarah itulah warna kehidupan di dunia. Sempat ku terjatuh dalam
lubang yang paling dalam hingga aku tak ada daya untuk bangkit, lemahnya diri
ini hingga tak tertahan untuk menuangkan tetesan air suci. Namun di kala itu
aku teringat dengan mu yaa robb, engkau lah satu-satunya pengobat di saat aku
mulai lemah, saat itulah ada kekuatan untuk bangkit.
Aku mulai meraba tentang jalan hidup yang harus aku lalui,
aku tak ingin semua menjadi sia-sia hanya karena sebuah lamunan yang amat jauh.
Sedikit demi sedikit aku pelajari alur jalan tuhan, tak bosan aku mengemis
padanya, meratapi tentang kesalahan yang lalu, bagai tumpukan sampah kotor.
Tuhan…. Sungguh aku tak mampu membawa beban dosa ini jika
kau nampakkan di bumi, dan sungguh malu jika kau tampakkan kejelekan nafsu
amarah. Begitu indahnya jalanmu, kau tuliskan sekenario pada setiap manusia untuk
bertafakkur, memilih pada jalan yang
benar. Pada hakikinya manusia ditabiatkan untuk selalu berikhriyar, namun tetap
Tuhan yang menentukan hasil akhirnya.
Tetap terus melangkah, meski langkahmu tak ternilai dimata
orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar